Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Rangkaian Nada Untukmu

Gambar
-Bersama rangkaian melodi malam itu, ku ingin menyaksikan sendu terurai dari wajahmu- Saat langkah kaki mulai berat, begitu pula jalanan di depan yang penuh kabut dan sesat. Cahaya rembulan datang menunjukkan arah luang. Menuntun bayang dalam keremangan untuk pulang, di situ kutemukan dirimu tertambat sunyi dan terjebak di ruang mimpi. Mungkinkah semesta dengan sengaja membuat kita jumpa? Menjadikan hatiku gugur pada wajahmu, pun detak ini yang tak lagi beraroma sendu. Berpegang lelah, aku menyusup pada kisah yang patah. Sepanjang langkah kurasakan denyut-denyut resah bersemayam, menjadikanku sangsi untuk mengenggam jarak yang sudah padam. Sempat bimbang, namun setelahnya ku lihat senyummu mengembang. Mengganti petang dengan terang pada seluruh tempat yang terpandang. Tertambat sudah engkau di jantungku, membuat detaknya makin tak menentu. Dua, tiga, empat kali masih sama, setelahnya begitu banyak getaran di sana. Seribu kunang bersenandung nada rindu, ketika sehari sa...

Bumi Begitu Gelisah Ketika Melihatmu Patah

Gambar
- Izinkan langit melebur lukamu, dan bumi memeluk sendu itu - Ketika langkah penuh luka dan air mata ini ingin mengapaimu yang luluh di sana. Rasanya seperti mati berkali-kali terjerembab ke bumi, sebab tak pernah bisa mengetuk hati yang begitu sunyi. Ingin mendekapmu yang pilu, ingin mengenggammu dalam bisunya detak jantungku. Tapi kabut membuat arahku lengah, tak pernah sampai padamu yang kini sedang terengah. Tanganku kaku, tak bisa lagi menggapai dan menuntunmu melewati haru. Bibir ini pun kelu, bahkan mengeja namamu saja aku tak mampu. Angin menerjang, hujan basah mengguyur dedaunan mendekap kisah sepi yang semakin menutupi seluruh perjalanan ini. Malam terisak, bulan membiru dan bintang-bintang membisu, sebab tangismu tiada usai dan sembab masih menggurung mata itu. Ombak tergulung lusuh, sepanjang laut ikan-ikan terentang kaku pasrah dihajar badai yang terus-menerus hadir dalam senjamu hari itu. Mungkin benar, aku terlahir untuk melukai bumi yang begitu kau...