Postingan

Separuh Diri Tersisa

Gambar
gambar: @somoshiel cerita untuk menjaga separuh dirimu yang tersisa Dari kejauhan matahari menghangatkan cemasmu. Memberi sedikit kekuningan di pucatnya senyum itu. Untuk memulai hari seberat ini, semesta masih senantiasa di pihakmu. Maka selambat lambatnya kau berjalan nanti, tak masalah bagi bumi dan seisinya untuk mengimbangi. Sejauh perjalanan hari ini, sejauh itu pula lelah akan melubangi. Namun, langkah paling asing akan terjadi setelah ini, sebab lain kepala lain cerita, lain mata lain cara memandanya. Tetapi, semoga seluruh hal baik sedang mendekapmu saat ini. Tengah malam hingga subuh adalah sudut terbaik bagi cemas untuk tinggal dan mengecupkan selamat malam pada kepala orang-orang. Sebagian lekas terbebas. Sebagian lain tertambat di jemari mereka, melarutkan diri pada kengerian hingga merebut separuh diri tersisa.   gambar: @olaf_langner Setengah gelas keempat menjadi penghibur bagi kepala-kepala yang terjebak. Mimpi buruk jadi tempat singgah untuk kerumunan suara ta...

EPISODE #6

Gambar
gambar: @artofdystopia Lama Tak Jumpa Sudah berapa lama kau melupakan jalan menuju tempat tidurmu? Menggantinya dengan bau kelana sudut sudut kota. Aku melihat tanganmu lebih mahir berkelahi sekarang, kedua kakimu terlihat begitu kokoh tak seperti saat kau masih menyimpan dongeng-dongeng pengantar tidur pada sentuhanmu. Sudah lama, tak kujumpai potongan senja di kotak suratku. Biasanya kau mengirimnya dua kali seminggu, kini hanya ada debu yang menggerutu ketika kubuka tempat itu.  Lama tak kujumpai kau dipersimpangan. Entah karena aku datang terlalu malam, atau kau telanjur lelah untuk hanya sekadar tinggal Aku lihat beberapa kali jendelamu selalu terkunci, lampumu menyala terang meski di siang hari. Adakah orang asing yang menganggumu lagi? Atau akukah orang asing yang mengusikmu hingga begini? Lama tak kau cemaskan burung-burung gereja yang berlibur di halaman rumahmu. Biasanya, kau akan memaki dan melempari mereka bijian supaya datang lagi esok hari. Sudah lama juga tak kutemui...

Dunia Di balik Lukisan

Gambar
aku melukisnya, untuk membuatmu hidup lebih lama   Seorang kawan mengatakan padaku,  “Apakah hidup memang sekosong ini?. Kadang lelucon membuat kita tertawa, kadang orang lain membuat hidup kita sedih dan berputus asa. Perasaan itu sepertinya tak pernah punya harga, mereka datang dan hilang begitu saja. Mereka juga tidak mewujudkan apapun dalam hidup kita, rupanya hanya samar, sesekali kita rasakan. Selebihnya hidup tak ubahnya cangkang kosong”. “Kau pulang pukul berapa hari ini?”, kataku menyela. “Mungkin esok, subuh nanti”, katanya.   Menyelamlah di antara ingatanmu malam nanti, saat kau bertemu semesta yang bersembunyi dibalik usianya, saat kau ingin mencabik dirimu di rimba jalanan kota. Nanti. Ketika pintu-pintu terkunci, malam semakin larut, kau boleh takut, kau boleh mengenggam apa saja sekeras bertahan di atas satu kakimu, kau boleh menutup mata dan memunculkan bayangan mengerikan. Kau juga diizinkan untuk menangis atau berteriak sekencang-kencangnya. Tak a...

EPISODE #5

Gambar
  gambar : @art_beat Pameran Bunga "Sudah berapa banyak pupuk yang kau siram pada kepalamu? hingga rimbun bunga begini. Dan bibit apa ini? Aku belum pernah melihatnya tumbuh di kepala orang lain", kataku sembari mengusap bunga-bunga itu Ini bukan bunga , katanya. Ini hanya rumput, ini sisa pemikiranku yang tak selesai. Mereka tumbuh liar, tumbuh tinggi selambat tinggiku, tapi tak memberi apa-apa. Sudah sejak sore itu, saat kubiarkan mereka tumbuh. Saat kubiarkan kesedihan hidup bahagia dalam kepalaku. Saat kuhiraukan hiruk pikuk memenuhi dadaku. Dan kau tau , katanya lagi. Saat itu, aku kehilangan bayanganku, aku tak memiliki tubuhku lagi. Saat itu pula, , aku berdiri di atas cangkang kosong, aku berdiri di atas kematianku sendiri. "Mengapa tak kau coba membersihkannya? Dengan begitu halamanmu akan lebih lapang, harapanmu akan lebih panjang, dan bahagiamu akan lebih nyaring terdengar", aku menyela napas panjangnya. Mereka hidup, sa , katanya tenang. Mereka berdiri, ...

Menempuh Jalan Panjang

Gambar
Di sepanjang perjalanan yang kutempuh, akan selalu ada harapan yang coba untuk kukayuh. Menuju kemajuan, manusia akan selalu dihadapkan pada perasaan-perasaan mengerikan. Ada takut yang datang, ada cemas berlebihan, sedih berkepanjangan, bahagia yang terlalu, bahkan rasa cinta yang sedalam itu. Seperti hal lain di luar diri manusia, yang bergerak cepat. Perasaan juga menemui perubahan yang seringkali berputar dengan cepat dalam diri. Oleh sebabnya, tidak sedikit hal yang terasa menyulitkan. Bahkan, seringkali semuanya terasa seakan-akan begitu menyiksa diri. Katakan saja seperti kota ini, yang tak pernah senyap barang sekali, mungkin begitulah rasa yang hinggap pada diri kita sampai hari ini. Tidak pernah istirahat, bahkan tidur pun hanya sekadar syarat. Hidup. Akan selalu penuh histeria, seperti roda pada sepeda. Detak jantung kita akan senantiasa dipermainkan oleh naik dan turunnya permasalahan yang tak habis-habis datangnya. Hidup, seperti menarasikan ketidakte...

EPISODE #4

Gambar
Haru biru Aku diam diam ingin memberimu sapa, di sela air mata yang terlihat berlinang setiap senja Pelan pelan, aku ingin memberimu reda dari payah yang masih suka menelusuri dada.  Namun, bahkan kau tak menghiraukan jeda untukmu, untuk semesta dan orang orang sepertiku Aku diam diam ingin menyematkan perasaan, cinta kasih, bahagia dan beberapa simpul haru.  Tapi bahkan keberadaanku saja selalu menghadirkan pilu Perlahan aku ingin mengantikan gelap dengan cahaya, melalui serat-serat jemariku ketika mengenggammu. Namun, sentuhanku selalu berakhir sendu juga wajahku yang mengundang haru biru Perlahan langkahku mulai pincang, Diam diam aku takut yang ada akan menghilang, Lalu, kulihat kotakku berserakan, semestaku berantakan ketika hujan menderas di matamu Dan setelahnya menggenangi kelopakku Kamu, kamu adalah gadis di kata kata itu.  Gadis yang ingin kucintai dalam kesendirianku.  Gadis yang ingin kugantikan patahn...

Mendengarmu Yang Jauh Di sana

Gambar
Rumput tidak punya pilihan untuk tumbuh, di lahan tandus atau subur. Kita pun tidak punya pilihan untuk lahir di tempat yang kita inginkan. Tapi, setelahnya, hidup menyediakan banyak pilihan dan kitalah yang menentukan. Bumi membawa kita berpijak berhadapan, langit memberikan kita waktu untuk saling memperhatikan. Kedua mata itu adalah kedua mata yang ingin selalu kutemui dalam tidurku, dalam hari-hari ketika aku terbangun lagi, serta dalam perasaan-perasaan yang tidak begitu baik di sini. Inilah saat terbaik untuk menghentikan waktu, untuk menatapmu lebih lama, untuk menikmati senyummu lebih dari biasanya. Andai. Aku begitu menikmati setiap udara yang kuhirup, dan kutelusuri setiap embusnya. Seakan akan sedang menyentuh kedua pipimu dengan hangatnya. Aku begitu menikmati setiap detak, dan kurasakan setiap aliran darah menuju kepala. Seakan akan sedang memelukmu dengan eratnya. Sudah sedekat ini pun, kita masih sejauh barat dan timur. Aku melihatmu, merasakanmu bahkan m...