Postingan

Rangkaian Nada Untukmu

Gambar
-Bersama rangkaian melodi malam itu, ku ingin menyaksikan sendu terurai dari wajahmu- Saat langkah kaki mulai berat, begitu pula jalanan di depan yang penuh kabut dan sesat. Cahaya rembulan datang menunjukkan arah luang. Menuntun bayang dalam keremangan untuk pulang, di situ kutemukan dirimu tertambat sunyi dan terjebak di ruang mimpi. Mungkinkah semesta dengan sengaja membuat kita jumpa? Menjadikan hatiku gugur pada wajahmu, pun detak ini yang tak lagi beraroma sendu. Berpegang lelah, aku menyusup pada kisah yang patah. Sepanjang langkah kurasakan denyut-denyut resah bersemayam, menjadikanku sangsi untuk mengenggam jarak yang sudah padam. Sempat bimbang, namun setelahnya ku lihat senyummu mengembang. Mengganti petang dengan terang pada seluruh tempat yang terpandang. Tertambat sudah engkau di jantungku, membuat detaknya makin tak menentu. Dua, tiga, empat kali masih sama, setelahnya begitu banyak getaran di sana. Seribu kunang bersenandung nada rindu, ketika sehari sa...

Bumi Begitu Gelisah Ketika Melihatmu Patah

Gambar
- Izinkan langit melebur lukamu, dan bumi memeluk sendu itu - Ketika langkah penuh luka dan air mata ini ingin mengapaimu yang luluh di sana. Rasanya seperti mati berkali-kali terjerembab ke bumi, sebab tak pernah bisa mengetuk hati yang begitu sunyi. Ingin mendekapmu yang pilu, ingin mengenggammu dalam bisunya detak jantungku. Tapi kabut membuat arahku lengah, tak pernah sampai padamu yang kini sedang terengah. Tanganku kaku, tak bisa lagi menggapai dan menuntunmu melewati haru. Bibir ini pun kelu, bahkan mengeja namamu saja aku tak mampu. Angin menerjang, hujan basah mengguyur dedaunan mendekap kisah sepi yang semakin menutupi seluruh perjalanan ini. Malam terisak, bulan membiru dan bintang-bintang membisu, sebab tangismu tiada usai dan sembab masih menggurung mata itu. Ombak tergulung lusuh, sepanjang laut ikan-ikan terentang kaku pasrah dihajar badai yang terus-menerus hadir dalam senjamu hari itu. Mungkin benar, aku terlahir untuk melukai bumi yang begitu kau...

Wajah Samudera

Gambar
Dalam usia musim penghujan yang makin panjang, kurasa rindu akan makin terpendam. Entah ketika terik di kepala maupun malam yang mendenyutkan ubun-ubun di sana. Jarak menambah samar jalanku untuk menelusur arah pergimu. Kau sudah begitu jauh, bayangmu telah lebur menjelma sunyi. Bahkan detakmu hilang menyisakan misteri. Tuan, mungkinkah aku telah salah jalan? Terhuyung tubuh ini ketika sedang mencoba untuk berdiri lebih kokoh lagi. Sangsi semakin menyesaki hati, merapuhkan harapan untuk berlari mengejarmu di balik sepi. Di langkah pengembaraanku, tak bersisa lagi rindu di dada. Kini semua berbekas air mata, merapal namamu pada titik terlemahku tanpa kata kata hanya dengan sederu embusan napas hasil isak yang masih mengantung disana. Jejak itu membawaku ke bibir samudera teluk utara. Dalam diam kabut menyembunyikan namamu di pangkuan malam. Pasir berdesir, ombak merutuki karang, angin sepoi membelai basah rindu yang perlahan jadi sayu. Nyanyian malam tertambat pada o...

Perahu Tualangku

Gambar
Dari sini ku lihat angin membisu dan air laut membiru. Bergetar hati ini ketika menginggat pelupuk mata yang sendu, sebab begitu banyak air mata yang jatuh untukmu. Pada tanah berpasir ini, aku merebahkan resah yang telah begitu lama merekah. Pada gemuruh ombak yang memecah sunyi, kudekap kenangan silam tentang kamu yang memilih pergi. Telah lama kukosongkan perahu, hingga menunda seluruh penjelajahan masa itu. Hanya untuk mendapatkan lebih banyak waktu melupakanmu. Tetapi mengurung hati dalam sangkar, membuatku tak mampu lagi berdiri untuk melihat sinar. Malam membuatku semakin rapuh dan tak berdaya untuk melepaskan diri, dari bayang-bayangmu yang masih saja rehat di sisi. Ketika bumi membayang hitam, aku menggumpulkan doa untuk ku langitkan. Sembari menunggu janji terpenuhi, selalu kututup malam dengan puji-pujian untuk menenangkan hati yang begitu sepi. Semoga kau benar-benar cepat pergi, dari sisi hatiku yang sudah begitu lemah untuk berdiri. Jangan membebani hati de...

Bulan Bertuan Rindu

Gambar
Ketika Bulan menyambangi malam yang kesepian, ia menyamarkan rindu kepada pagi yang telah begitu lama dinantikan. Sejenak bertukar rupa untuk melerai waktu hingga memudarkan sendu kala menanti temu dalam hati yang hanya bisa membisu. Malam bersiul sunyi, disaksikan kerling bintang dari kejauhan. Seperti Aku yang masih berharap mengembalikan kenang tapi ternyata telah jauh terkubur dalam bayang-bayang. Sinar bulan mengalir jatuh ke bukit sepi, memantulkan kembali kekosongan dalam hati. Rumput-rumput dengan desaunya meraba usia malam, menimbang bimbang di kehampaan untuk memantapkan langkah menggapai cinta yang diidamkan. Tetapi nyatanya kunang-kunang tak akan bertahan ketika pagi menjelang, karena sinarnya bukanlah tandingan surya yang dimiliki semesta raya. Apa kabar kekasihku? Masihkah engkau berlayar dikebiruan seraya menantikan takdir yang akan menyemai kita pada sajak-sajak itu?. Ataukah sebaliknya? Engkau menjelma kumbang yang merayu mawar lain dengan bait-bait yang m...

Selaksa Jendela Rumah Kaca

Gambar
Selaksa malam yang membuat rindu selalu berpulang dengan air mata, telah menjadi denyut dalam nadiku bersama purnama. Tetiap kisah yang membayang tak akan pernah terbayar dengan kata-kata. Perihal rasa, tiada yang tahu sedalam apa miliknya atau milikmu juga. Bisa saja ia begitu rapuh, dan hanya dengan sehelai ucapan dari bibirmu dapat menyayatnya hingga lumpuh. Ia juga bisa sangat kuat, sampai-sampai merelakanmu yang begitu dicinta tak membuatnya menyerah pada senja lainnya. Hati punya daya tahan masing-masing. Tak bisa dipaksakan oleh batasan ukur tertentu. Karena tetiap hati itu berbeda, biarkan aku menyatu bersama waktu mengeja namamu kala menghamba pada sang pemilik Cinta. Meminta supaya kita yang berbeda ini diikat dalam satu rasa, dan dipenuhi detak seirama. Tanyakan pada fajar, dhuhur, dan senja aku tak pernah absen menyelipkan namamu dalam doa. Dan malam pun turut mengiba, melihatku yang tak habis-habisnya menangis memohonkanmu untuk dibingkai denganku dalam cinta. ...

Menguncinya Untukmu

Gambar
Di bawah langit itu, senyumnya membiru sembari menuntun luka untuk rebah di sudut pintu.. Awan berhamburan dengan sesak, membuat mendung lelah dan hujan jatuh tanpa arah. Airnya tergenang menyisakan kenang yang tak kunjung menghilang. Jejak-jejak kakimu menghempasnya, meninggalkan bercak pada hati yang masih inginkan kau di sana. Bagaimana bisa aku bertahan? Dalam ruang kisah yang sudah remuk redam oleh kebohongan. Tapi bodohnya, masih saja aku menyimpan titik air mata yang kau jatuhkan dan menikmatiknya sendirian sampai senja datang. Lalu, ketika malam terbaring pada langit-lanting bebintang aku baru sadar bahwa napas ini mulai tak beraturan. Dada ini terlalu banyak tertikam angan-angan masa depan, yang telah kau patahkan tanpa memikirkanku yang kesakitan. Sendu telah menggetarkan lonceng-lonceng gereja yang melantunkan gema namamu ke angkasa. Biarkan semesta ikut merasa, tentang bagaimana aku yang masih mencinta tetapi hadirmu sudah tak lagi ada. Kini, akan ku kutip peti...